Sabtu, 24 November 2012

Kewirausahaan

TUGAS KEWIRAUSAHAAN (TUGAS KELOMPOK)

KETUA              : ANDHIKA RENALDI
SEKRETARIS    : MERRY SULASTRI
ANGGOTA        : 1. DELAWATI
                             2. SURYA DARMA PERMADI



Soal  A 
PT.X ; setiap tahun rata-rata membutuhkan 50.000 unit bahan baku “z” dengan harga Rp 6.000 per unit , biaya  penyediaan/pemesanan Rp 56.250 dan biaya penyimpanan 18% per tahun.
Hitung lah :
1.       Jumlah persediaan ekonomis (q)
2.       Jumlah biaya persediaan per tahun (TC)
Jawaban soal A :
1.       Jumlah persediaan ekonomis (q)
q=
                                R= 50.000
                                S = Rp 56.250
                                I = 18% : 12          = 1,5%
                                C= Rp 6.000
q= 
q=  
q= 
q= 7.905.6942
q= 7906 unit

2.       Jumlah biaya persediaan per tahun (TC)
TC = RC + (q/2)CI + (R/q)S
     = 50.000(Rp 6.000)+(7906/2)(90)+(50.000/7906)(Rp 56.250)
     = 300.000.000 + 355.770 + 355.742.4741
     = Rp 300.711.512,5
     = Rp 300.711.513
Kesimpulan :
1.       Pesanan yang mempunyai resiko terendah(ekonomis apabila tiap kali memesan sebanyak 7906 unit, sehingga dalam satu tahun cukup melakukan pemesanan 4 kali per 3 bulan sekali)
2.       Jumlah persediaan yang dibutuhkan untuk diproduksi selama 1 tahun 50.000 unit dengan biaya minimal  Rp 300.711.513.

SOAL B
PT.ABC di Jakarta; mempunyai kemampuan kapasitas produksi normal 50.000 unit per tahun, dengan jumlah FC tahun 2007 Rp 300.000.000 VC Rp 25.000 per unit dengan harga jual Rp 50.000 per unit, maka hitunglah :
a.       Harga pokok produksi per unit terendah?
b.      Tingkat efesiensi produksi (E) ?
c.       Laba kotor pada tingkat resiko terendah?
Jawaban :
a.       Harga pokok produksi terendah per tahun (C/u) terendah akan dicapai pada tingkat produksi penuh (50.000 unit)
TVC = 50.000Rp 25.000               = Rp 1.250.000.000
TFC                                                         = Rp    300.000.000 +
TC                                                           = Rp 1.550.000.000
Maka biaya produksi per unit    = Rp 1.550.000.000 / 50.000 = Rp 31.000
b.      Efesiensi
E              = (Output actual (satu tahun)) / kapasitas efektif
                = 18.000 / 50.000 = 0,36 atau 36%
c.        Laba kotor dengan tingkat resiko terendah diperoleh sesuai dengan kemampuan menjual (18.000 unit/ tahun) adalah :
Gross profit        = Q (P-VC) – TFC
                                = 18.000 (Rp 50.000 –Rp 25.000) – Rp 300.000.000
                                = Rp 150.000.000
Apabila perusahaan mampu meningkatkan kuanitas produksi/penjualan dari 18.000 unit menjadi 20.000 unit, maka laba kotor akan meningkat menjadi :
Profit     = Q (P-VC)-TFC
                = 20.000(Rp 50.000-Rp 25.000) – Rp 300.000.000
                = Rp 200.000.000

Tidak ada komentar:

Posting Komentar